Pemuda Sebagai Agen Perubahan



Semakin hari, kondisi lingkungan hidup menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah. Bumi semakin rusak, lapisan ozon berlubang dimana-mana, es-es di kutub mencair, flora fauna kehilangan habitatnya, bahkan hutan kehilangan fungsinya sebagai paru-paru dunia. Tentunya hal-hal tersebut menganggu stabilitas kehidupan di muka bumi. Sudah kita ketahui bahwa masalah lingkungan yang timbul sebagai akibat dari ulah manusia yang tak mau tau akan perbuatannya. Kini, bumi seakan tidak memiliki masa depan  jika tidak ada yang peduli dan bergerak menuju perubahan.
Seringkali muncul pemikiran tentang solusi apa yang dapat digunakan dalam penyelesaian masalah lingkungan, apalagi dengan mengaitkan dengan pemerintah, bahkan banyak yang tak segan untuk mencaci maki pemerintah karena belum berhasil mengelola lingkungan hidup dengan baik dan tidak menyeluruh. Sebenarnya semua solusi ada dalam diri masing-masing, namun untuk memulainya membutuhkan keberanian. Jika hanya menunggu pemerintah bertindak dilingkungan, maka jangan terlalu banyak berharap. Karena, apabila pemerintah memulai, namun warga negara belum siap memulai. Usaha pemerintah tidaklah berguna. Satu hal yang harus diingat bahwa negara Indonesia menganut sistem demokrasi yang berarti pemerintahan di tangan rakyat,oleh rakyat, untuk rakyat. Kalau bukan rakyat yang bertindak, maka pemerintah tidak akan pernah berhasil dalam menjalankan program, sebaik apapun programmnya pasti berbuah kegagalan. Dari sinilah, generasi muda harus berperan aktif untuk melakukan aksi nyata, karena kebanyakan orang sebenarnya telah mengetahui bagaimana cara untuk melestarikan alam dan dampak apa saja yang akan ditimbulkan oleh kerusakan alam, namun mereka hanya sekedar mengetahui ilmu tersebut, tanpa mau mengambil tindakan.
Generasi muda yang peduli lingkungan adalah berkah bagi zambrut khatulistiwa. Sebaliknya, generasi muda yang acuh tak acuh bahkan cenderung merusak tentu akan membawa bencana bagi bumi di kemudian hari. Bumi  sangat membutuhkan generasi muda karena merekalah kunci  dalam menyelamatkan masa depan, dalam jiwa pemuda memiliki potensi yang luar biasa, pemuda memiliki semangat yang sulit dipadamkan apalagi jika semangat bercampur dengan pengetahuan dan diimplementasikan melalui tindakan, maka terjadilah suatu perubahan.
Sebagai generasi muda seharusnya menjalankan fungsinya sebagai agent of change (agen perubahan). Idealnya dengan menjalankan fungsi ini generasi tidak akan rela melihat setiap ketidakberesan dan penyelewengan dimuka bumi. Pemuda akan memperjuangkan perubahan menuju perbaikan. Dalam konteks lingkungan, generasi muda akan mencari upaya mengubah tabiat merusak dan mencari inovasi baru untuk membenahi kerusakan lingkungan yang terjadi.
Semakin hari, kondisi lingkungan hidup menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah. Bumi semakin rusak, lapisan ozon berlubang dimana-mana, es-es di kutub mencair, flora fauna kehilangan habitatnya, bahkan hutan kehilangan fungsinya sebagai paru-paru dunia. Tentunya hal-hal tersebut menganggu stabilitas kehidupan di muka bumi. Sudah kita ketahui bahwa masalah lingkungan yang timbul sebagai akibat dari ulah manusia yang tak mau tau akan perbuatannya. Kini, bumi seakan tidak memiliki masa depan  jika tidak ada yang peduli dan bergerak menuju perubahan.
Seringkali muncul pemikiran tentang solusi apa yang dapat digunakan dalam penyelesaian masalah lingkungan, apalagi dengan mengaitkan dengan pemerintah, bahkan banyak yang tak segan untuk mencaci maki pemerintah karena belum berhasil mengelola lingkungan hidup dengan baik dan tidak menyeluruh. Sebenarnya semua solusi ada dalam diri masing-masing, namun untuk memulainya membutuhkan keberanian. Jika hanya menunggu pemerintah bertindak dilingkungan, maka jangan terlalu banyak berharap. Karena, apabila pemerintah memulai, namun warga negara belum siap memulai. Usaha pemerintah tidaklah berguna. Satu hal yang harus diingat bahwa negara Indonesia menganut sistem demokrasi yang berarti pemerintahan di tangan rakyat,oleh rakyat, untuk rakyat. Kalau bukan rakyat yang bertindak, maka pemerintah tidak akan pernah berhasil dalam menjalankan program, sebaik apapun programmnya pasti berbuah kegagalan. Dari sinilah, generasi muda harus berperan aktif untuk melakukan aksi nyata, karena kebanyakan orang sebenarnya telah mengetahui bagaimana cara untuk melestarikan alam dan dampak apa saja yang akan ditimbulkan oleh kerusakan alam, namun mereka hanya sekedar mengetahui ilmu tersebut, tanpa mau mengambil tindakan.
Generasi muda yang peduli lingkungan adalah berkah bagi zambrut khatulistiwa. Sebaliknya, generasi muda yang acuh tak acuh bahkan cenderung merusak tentu akan membawa bencana bagi bumi di kemudian hari. Bumi  sangat membutuhkan generasi muda karena merekalah kunci  dalam menyelamatkan masa depan, dalam jiwa pemuda memiliki potensi yang luar biasa, pemuda memiliki semangat yang sulit dipadamkan apalagi jika semangat bercampur dengan pengetahuan dan diimplementasikan melalui tindakan, maka terjadilah suatu perubahan.
Sebagai generasi muda seharusnya menjalankan fungsinya sebagai agent of change (agen perubahan). Idealnya dengan menjalankan fungsi ini generasi tidak akan rela melihat setiap ketidakberesan dan penyelewengan dimuka bumi. Pemuda akan memperjuangkan perubahan menuju perbaikan. Dalam konteks lingkungan, generasi muda akan mencari upaya mengubah tabiat merusak dan mencari inovasi baru untuk membenahi kerusakan lingkungan yang terjadi.


Comments

Popular posts from this blog

Humans Are Also Part of Nature

INFJ

Interference Phenomenon